Konsultasi

Dr. Irwan Effendi, M.Biomed, SpA wrote at February 1, 2012:
Dokter,saya punya anak perempuan umur 2.5thn,tapi bicaranya belum fasih. Dia klo disuruh udh ngerti,sedikit bisa melafalkan angka dan huruf dlm bhs inggris(karena kami tinggal di amerika),tapi untuk bicara satu kalimat penuh belum bisa. apakah kami harus berkonsultasi dengan dokter spesialis anak?dan dia juga fobia dengan suara gaduh spt suara vacum cleaner,mesin cuci dan mesin2 yg menghasilkan suara ribut. terima kasih sebelumnya,smg pertanyaan sy ini mendapatkan respon :)
Mommy Aisha, anak usia 2.5 belum bisa bicara sudah merupakan "red flag pada tumbuhkembang anak" dan harus segera dicari penyebabnya dan diberikan intervensi agar dapat bicara dengan lancar, saya sarankan anda segera mengkonsultasikan anak anda ke dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang sekalian dengan fobia yang diderita anak anda.
Dr. Irwan Effendi, M.Biomed, SpA wrote at February 1, 2012:
Bapak Taufiq, anak usia 2,5 tahun minta susu ketika mau tidur normal, selama buang air kecingnya lancar. Volume yang 1,5 liter untuk membuat susu juga saya rasa masih normal dengan catatan anak anada aktif saat iya bangun, karena anak2 membutuhakn cairan lebih banyak daripada orang dewasa
Dr. Irwan Effendi, M.Biomed, SpA wrote at January 29, 2012:
Ibu Mangi, jika muncur bercak darah atau kekuningan pada pakaian dalam yang berasal dari kemaluan perempuan(vagina) biasanya disebabkan oleh adanya infeksi pada daerah rahim, vagina, atau saluran kemih. Untuk itu saya sarankan ibu segera membawa anak ibu ke dokter spesialis kandungan. Mengenai hubungan adanya turun perut (hernia inguinalis) pada lipat paha ketika bayi saya rasa tidak ada hubungan dengan perdarahan saat ini. Karena hernia terjadi karena turunnya usus pada lubang di dinding perut, bukan dari dalam rahim.
Dr. Irwan Effendi, M.Biomed, SpA wrote at January 29, 2012:
Ibu Neni, anak muntah banyak penyebabnya, antara lain alergi makanan, makan yang terlalu penuh, ada kelainan saluran cerna, infeksi saluran cerna, dll. Pada kasus anak anda muntah satu kali setelah makan jus pisang yang disertai dengan keluarnya makanan yang 3 jam sebelumnya ia makan saya rasa disebabkan oleh volume makanan yang terlalu berlebihan. Pada keadaan normal pengosongan lambung anak memakan waktu 60-120 menit, dalam artian jika saluran cerna anak anda tidak bermasalah seharusnya makan yang sudah ia makan 3 jam sebelumnya sudah tidak ada lagi di lambung sehingga tidak keluar bersama muntah. Jika porsi makan yang terlalu banyak menyebabkan gerakan lambung berkurang sehingga proses pengosongan lambung juga semakin lambat, sehingga setelah 3 jam masih terdapat sisa makanan di dalam lambung. Saran saya anda memberikan makan kepada anak dengan porsi yang lebih kecil tetapi sebih sering. misal biasanya makan 3×1 piring anda ubah menjadi 6x setengah piring tiap hari.
mommy aisha from novi wrote at January 26, 2012:
Dokter,saya punya anak perempuan umur 2.5thn,tapi bicaranya belum fasih. Dia klo disuruh udh ngerti,sedikit bisa melafalkan angka dan huruf dlm bhs inggris(karena kami tinggal di amerika),tapi untuk bicara satu kalimat penuh belum bisa. apakah kami harus berkonsultasi dengan dokter spesialis anak?dan dia juga fobia dengan suara gaduh spt suara vacum cleaner,mesin cuci dan mesin2 yg menghasilkan suara ribut. terima kasih sebelumnya,smg pertanyaan sy ini mendapatkan respon :)
taufiq wrote at January 26, 2012:
Dok anak saya umur 2.5 tahun,selama ini tidurnya ga pernah tenang selalu nangis dan ujung2nya minta susu.kalau anak saya dalam semalem menghabiskan air putih untuk buat susu formula sebanyak 1.5 liter normal ga sih dok?terimakasih jawabannya
nawi wrote at January 25, 2012:
nama saya ibu mangi, begini dok anak saya masih berumur 5 tahun tp belakangan ini sering tampak bercak darah di pakaian dalamnya dan terkadang bercak kuning seperti keputihan dan bau seperti orang dewasa gitu dok.<br />
memang dulu dari dia lahir sepertinya dia turun perut atau peranakan dok karena bengkak diatas vaginanya dok..<br />
apa ada hubungannya itu dok dan sebenarnya anak saya kenapa dok?
Neni from palembang wrote at January 24, 2012:
dok,saya mau tanya.saya mempunyai anak laki2,umr 11 bln,kmrin anak saya mengalami muntah banyak setelah saya beri jus pisang ambon,3 jam sbelumnya anak sya itu sehabis makan bu2r nasi+ayam+byam+wortel,stelah anak sya mkan nasi dia tidur sbntar kira2 1 jam,nah stelah dy bngun sya beri jus pisang ambon,stelah jusnya habis anak sya sdkit tersedak,trus lngsung dia muntah,mgkn smpai smua yg dia mkan sblumnya ikut keluar..itu pnyebabnya apa ya dok??tlong djelasin ke saya..sbelum dan sesudahnya sya brterimakasih pd dokter
Dr. Irwan Effendi, M.Biomed, SpA wrote at January 19, 2012:
Ibu Dyah, anak yang prematur dalam perkembangannya memang agak lebih terlambat dibandingkan anak yang lahir cukup bulan. Jadi meskipun saat ini anak anda berumur 2 bulan tetapi usia perkembangnnya masih sesuai dengan anak 1 bulan. Sehingga pada anak 1 bulan belum dapat terlalu merespons tatapan mata karena yang tertangkap pada matanya belumlah bentuk muka yang jelas, tetapi masih berupa bayangan yang bergerak sehingga bisa jadi kesannya anak anada kurang memperhatikan ketika di ajak bicara. Hal yang harus anda lakukan adalah memberikan stimulasi yang memadai pada anak andasehingga iya dapat mengejar pertumbuhan dan perkembangan anak cukup bulan. Tetapi jika sampai usia 3 bulan (atau 4 bulan usia kronologis) anak anda masih tidak menatap mata nada, maka saya sarankan anda membawa anak anda ke dokter spesialis anak tumbuh kembang.
Dr. Irwan Effendi, M.Biomed, SpA wrote at January 19, 2012:
Ibu Masdalifah, anak yang buang air besar sehabis makan sebenarnya tidak ada masalah selama frekuensi BABnya tidak lebih dari 4 kali perhari dengan jumlah yang banyak. Toh saluran cerna itu bukan seperti pipa saluran air yang kalau diisi satu sisi akan keluar di sisi yang lain. Saluran cerna itu melewati beberapa jaringan seperti lambung dan usus dimana tempat penyerapan saripati makanan terjadi dan memerlukan waktu yang lama lebih kuran 12-24 jam. Jadi BAB yang keluar itu adalah apa yang dimakan anak anda 1 hari sebelumnya, kebetulan keluarnya sehabis anak anda makan. Mengenai berat badan yang susah naik, perlu kita ketahui dulu berat badan anak anda sekaran kalau kisaran 9-11 kg maka berat anak anda sesuai dengan usianya.
Dr. Irwan Effendi, M.Biomed, SpA wrote at January 18, 2012:
Ibu Lydia, BAB pada nak bayi dengan frekuensi 4 kali masih dapat dianggap normal, dengan catatan kansistensinya tidak cair.
Bayi anda mecret mungkin dapat disebabkan proses pengenalan makanan baru, saran saya porsi awal pengenalan makan pendamping ASI jangan terlalu banyak, sedikit2 aja kemudian beangsur2 ditingkatkan porsinya. Makanan yang tinggi serat memang dapat membuat konsistensi BAB anak menjadi lunak atau bahkan cair. Untuk pengobatan diare biasanya hanya diberikan oralit, probiotik dan zink, jika obat yang diberikan dokter adalah obat2 tersebut, maka tidak ada salahnya anda habiskan obatnya.
dyah from indonesia wrote at January 18, 2012:
Dok,saya ibu dgn 2 anak. Anak saya yg kedua usianya 2bln. Dulu kakaknya usia 2bln sudah bs di ajak komunikasi, tatapan matanya juga bagus. Tp anak saya yg kedua ini sdh usia 2bln tp tiap di ajak ngobrol (bhs jawanya di kudang) itu jarang memperhatikan,bahkan bs dbilang sangat jarang, knapa yaa dok?? Mohon penjelasannya.
Anak kedua saya lahir usia khamilan 8bln.
masdalifah from konsultasi wrote at January 17, 2012:
salam kenal dok…gini dok anak saya setiap habis makan buang air besar.anak saya skrg usia 1 thn 4 bulan.apa penyebabnya dok?berat badannya jg susah naik.
Lidya wrote at January 9, 2012:
dok,bayi saya umur 5m9d. Saya mulai memberikan mp asi umur 4,5bulan. Setelah saya beri bubur bayam bayi saya diare. Sekarang bab nya 4kali sehari,warna kuning kehijauan berampas cair.Obatnya dari dokter masih ada. Yang ingin saya tanyakan apakah normal jml bab segitu? Apa obatnya harus diteruskan hingga habis mengingat bayi saya udah minum obat 5 hari? Selama diare minum nl33 dan asi sebelumnya asi eksklusif.terima kasih dok
Dr. Irwan Effendi, M.Biomed, SpA wrote at December 3, 2011:
Ibu Elisa, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan anak sering sakit atau menderita radang tenggorokan :
1. Faktor sumber infeksi, anda harus perhatikan bahwa anak ada makan makanan yang bersih, kalau pakai botot susu selalu direbus (disterilkan), dan anak seusia anak anda itu sedang mengalami fase perkembangan oral yang akan mengeksplorasi sesuatu melalui mulutnya, misal : anak anda memasukkan mainan ke dalam mulutnya, atau ketika merangkak menemukan sesuatu maka anak-anak seusia anak anda akan mengeksplorasi (belajar mengenali benda lewat mulutnya). Sehingga hal yang harus anda lakukan adalah menjaga jangan sampai sumber infeksi tersebut mengenai anak anda.
2. Faktor dari Anak :
a. Hipereaktifitas kelenjar adenoid (amandel), pada beberapa anak dapat terjadi sehingga anak murah mengalami radang tenggorokan. Kelenjar adenoid yang semula untuk pertahanan tubuh dapat bereaksi terlalu berlebihan sehingga terjadi radang. Jika ini terjadi terus menerus biasanya disertai pembesaran kelenjar adenoid (amandel) sehingga ada baiknya diperiksakan ke dokter THT, jika terlalu mengganggu mungkin dapat dilakukan operasi amandel.
b. Menurunnya daya tahan tubuh, yang paling sering terjadi pada anak adalah masalah gangguan gizi. Gangguan gizi di sini bukan hanya terjadi pada anak yang gizi buruk tapi dapat juga terjadi pada anak gemuk, sehingga orang tua sering menganggap bahwa gizi anaknya bagus ternyata sesungguhnya yang bagus hanya karbohidrat, protein dan lemak, sedangkan zat-zat mikro lainnya terjadi gangguan. Saya sering mendapatkan kasus anak yang sering menderita radang tenggorokan badannya kelihatan sehat, ternyata ketika dilakukan pemeriksaan darah ditemukan adanya anemia karena defisiensi besi, dan setelah dilakukan terapi anaemia defisiensi besinya anak jadi lebih sehat.
3. Mengenai masalah berbicara, memang harus perlu dilakukan stimulasi bisa dengan cara memutarkan lagu, mengajak bicara, dll. Memang anak sering kesulian berbicara pada lingkungan yang menggunakan bahasa berbeda (bilingual)
4. Mengenai GER (Gastroesofageal Reflux) pada anakbayi di bawah 3 bulan masih dianggap normal, biasa disebut gumoh, biasanya akan menghilang setelah usia satu tahun. Tetapi jika terlalu sering dan tidak menghilang ini dapat menyebabkan GERD (Gastroesofageal Reflux Disease) yaitu GER yang patologis, dapat disertai komplikasi seperti : gizi buruk, radang telinga tengah, asma, aspirasi pneumonia, radang esophagus dan lain-lain. Untuk membuktikan apakah anak anda menderita GER atau tidak perlu dilakukan pemgukuran pH esophagus. Berdasarkan pemeriksaan itu dapat ditegakkan diagnose GER pada anak sehingga bisa kita cegah agar jangan menjadi GERD.
5. Alergi terhadap makanan juga dapat bermanifestasi dengan muntah.
Semoga anak ibu dapat menjadi lebih sehat. Wassalam.
Elisa wrote at December 2, 2011:
Dear dokter,
Nama saya Elisa. Saat ini sy tinggal di china. Sy mempunyai putri berumur 19 bulan. Semenjak usiany setahun dia sering sakit. Dia mengalami demam pertama sewktu umur setahun. Wktu sy bw ke dokter ktnya hanya infeksi virus jd hanya diberi obat traditional ky puyer cair tanpa antibiotik. Dan dlm wktu 3 hr dia sembuh. Kmdian stlh itu hampir tiap bulan dia sakit, muntah, ga mau makan,mostly tanpa demam. Ketika dibw ke dokter ktnya radang, infeksi bakteri. Jd diberi antibiotik erythromycin diminum selama 3 hr. Wktu usiany 15 bulan kena radang lg dan muntah, tdk bs mnm obat jd erythromycinny dimasukin via infus selama 3 hr. Tdk rawat inap tetep rawat jalan. Analk sy alergi penicilin jd AB u dia hanya bs erythromycin. Betulkah begitu dok? Tdk ada pilihan laen. Krn konsumsi AB ini anak sy bolak balik radang lg. Sempet dites darah dan CRP. CRP tinggi mencapai 28. Stlh 3 hr konsumsi antibiotik CRP sdh 4. Bulan berikutnya umur 16 bln sakit lg yg sama. Diberi AB lg tp sy ga tau namany apa. Krn dokter disini susah sekali komunikasi dlm bhs inggris. CRPny bahkan mencapai 39. Stlh diberi AB slm 3 hr via infus jg (hal ini umum terjadi di china, memasukkan obat via infus), CRPnya < 1. Tp bulan berikutny sakit lg. Dan kali ini tdk sy beri AB lg krn takut resisiten. Sy bw ke traditional dokter, diberi chinese puyer herbal gitu kynya. 2 hr sembuh dan bs makan. Tp bulan berikutnya sakit lagi dok. Begitu terus selama 6 bulan. Gigi putri sy telat tumbuhny, br 8 bh di usia 19bln. Grahamny sdh mulai tumbuh. Dia jg blom bisa ngomong. Mnrt sy karena dia denger banyak bahasa di sini jd telat. Tp dia nengerti klo dikasitau. Dia bs menunjuk atau memberitau dgn bahasa bayiny. Apakah ini ada hubungannya? Sy sangat jaga kesehtan. Anak sy blom makan gorengan, masi sy masak khusus supnya. Masi asi, setiap 3 hr sekali sy kasi multivitamin, dan minum air putihny klo lg sehat jg lumayan, tiap pagi sy kasi madu. Dia mudah mual dan muntah. Wktu umur 8 bulanan pernah kena flu dan susah jd makanny, suka mual. Apakah ada kelaenan pd saluran cerna anak sy? Diagnose apa yg tepat u anak sy? Apakah hanya sekedar radang? Mengapa bs tiap bulan? Anak sy yg pertama (6 tahun) tdk mengalami seperti ini. Sy bingung dan stress ditambah kesulitan komunikasi disini. Tes apa yg diperlukan u menegakkan diagnosa anak sy? Sy pernah mendengar ttg GERD dan jg kekurangan enzim yg nenyebabkan abak gampang sakit atau mnuntah. Atau alergi bisakah mebyebabkan radang dan muntah tiap bulan? Mohon keteranganny dok. Terima kasih.

Predefined Skins

BG Color

Nav Menu Font

Titles font

Content font