<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dokter Anak Ku</title>
	<atom:link href="http://www.dokteranakku.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dokteranakku.com</link>
	<description>Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jan 2012 23:17:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Kalau si kecil kurang tidur&#8230;</title>
		<link>http://www.dokteranakku.com/2012/01/09/kalau-si-kecil-kurang-tidur/</link>
		<comments>http://www.dokteranakku.com/2012/01/09/kalau-si-kecil-kurang-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 23:16:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Irwan Effendi, MBiomed. SpA.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>
		<category><![CDATA[influensa]]></category>
		<category><![CDATA[kurang tidur]]></category>
		<category><![CDATA[ngantuk]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri tenggorokan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dokteranakku.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Pada anak-anak, apalagi bayi, kurang tidur punya dampak yang sangat merugikan pada pertumbuhan dan perkembangan fisiknya. Yang pasti, tidur punya andil dalam meningkatkan daya tahan tubuh si kecil terhadap infeksi. Jika tidurnya sampai terganggu, kadar sel darah putih dalam tubuh akan menurun. Kalau sudah begini, efektivitas sistem daya tahan tubuh anak juga ikut-ikutan menurun. Hasilnya? ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Pada anak-anak, apalagi bayi, kurang tidur punya dampak yang sangat merugikan pada pertumbuhan dan perkembangan fisiknya. Yang pasti, tidur punya andil dalam meningkatkan daya tahan tubuh si kecil terhadap infeksi. Jika tidurnya sampai terganggu, kadar sel darah putih dalam tubuh akan menurun. Kalau sudah begini, efektivitas sistem daya tahan tubuh anak juga ikut-ikutan menurun. Hasilnya? Si kecil gampang sakit, pertumbuhannya pun terganggu.</p>
<p>Tidak cuma itu, kurang tidur juga punya dampak terhadap tumbuh kembang otak anak, terutama kemampuan berpikirnya. Bagaimana mampu berkonsentrasi penuh kalau tubuhnya lelah. Akibatnya, kualitas kemampuan berpikirnya jadi rendah. Ujung-ujungnya ya berurusan dengan kecerdasan anak juga. Jadi, kalau Anda ingin si kecil mampu merespons atau memecahkan hal-hal yang harus dia pikirkan dengan baik, kondisi tubuhnya musti prima.  Selain itu, bayi yang kurang tidur bisa jadi rewel, cengeng, dan sulit diatur. Kalau sudah begini, Anda juga yang repot kan?<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Penanganan</strong></p>
<p>Kalau si kecil kurang tidur, Anda harus cari tahu dulu biang keladinya. Berikut beberapa hal yang sering membuat si kecil melek terus:</p>
<p><strong>A . Batuk</strong></p>
<p>Bisa jadi, ini merupakan gejala dari penyakit yang dideritanya, seperti asma, alergi atau flu. Bagaimana bisa tidur nyenyak kalau sebentar-sebentar si kecil uhuk-uhuk ?</p>
<p>Cara mengatasi: Gendong si kecil dan usahakan agar posisi kepala lebih tinggi dari kaki. Jangan lupa, beri minum agar tenggorokannya lebih nyaman.</p>
<p><strong>B. Influensa</strong></p>
<p>Penyakit ini juga bikin si kecil susah tidur. Hidungnya meler terus atau tersumbat, sehingga ia jadi susah bernapas. Padahal, ia tidak dapat membersihkan hidungnya sendiri.</p>
<p>Cara mengatasi: Jika bayi Anda berusia kurang dari 3 bulan, segera ke dokter anak. Kalau umurnya di atas 3 bulan, hubungi dokter jika influensa belum mereda setelah 5 hari. Untuk sementara waktu, Anda bisa menyedot ingusnya dengan alat penyedot ingus khusus untuk bayi ( nasal aspirator ) yang bisa diperoleh di apotik. Kalau hidungnya mampet, oleskan balsam khusus untuk anak-anak di dadanya. Setelah menghirup uap balsam tersebut, mampet bisa berkurang.</p>
<p><strong>C. Overstimulasi</strong></p>
<p>Terlalu banyak memberi stimulasi yang menyenangkan hatinya, seperti mengajak bermain terus, akan membuat bayi Anda semakin enggan tidur. Apalagi, kalau ini dilakukan dekat waktu tidurnya. Campuran antara rasa senang, lelah dan excited bisa membuat si kecil jadi susah memejamkan matanya.</p>
<p>Cara mengatasi: Kalau bayi Anda mulai mengucek-ucek mata atau menarik-narik telinganya, ini berarti ia sudah mengantuk. Jadi, cepatlah bawa si kecil ke boksnya. Jika ia tidak mau tidur juga, coba gendong dan buailah. Putarkan musik lembut bila perlu.</p>
<p><strong>D. Kolik</strong></p>
<p>Bila bayi menangis terus, bisa jadi ia mengalami kolik. Kolik memang ditandai dengan tangisan berkepanjangan (lebih dari 3 jam sehari dan paling sedikit 4 hari dalam seminggu). Meski begitu, ada gejala lain yang biasa menyertai, seperti susah didiamkan ketika menangis, wajahnya agak kemerah-merahan, serta kakinya diangkat-angkat (ditekuk ke dadanya). Gangguan ini biasanya terjadi dalam 3 bulan pertama usia bayi.</p>
<p>Cara mengatasi: Begitu menangis, gendong dan ayun-ayunkan si kecil. Agar ia jadi lebih tenang, nyanyikan atau putar lagu yang disenanginya. Atau, tengkurapkan saja bayi Anda di atas pangkuan sambil usap-usap punggungnya.</p>
<p><strong>E. Botol susunya</strong></p>
<p>Banyak bayi yang tidak bisa memejamkan matanya kalau belum minum susu dari botol. Dan, “upacara” minum susu ini dilakukannya sambil tidur-tiduran. Cara ini sama sekali tidak dianjurkan! Bukan apa-apa. Bayi jadi tergantung pada botol susunya, serta enggan melepaskannya sebelum benar-benar terlelap. Padahal, membiasakan botol susu tetap berada di mulutnya sampai ia tertidur (dan Anda sering juga lupa melepaskannya!!) dapat menyebabkan kerusakan gigi.</p>
<p>Cara mengatasi: Sedikit demi sedikit kurangi jumlah susu dalam botolnya. Pada awalnya, mungkin ia akan menangis. Tak mengapa! Jika Anda tetap konsisten dan tegas, lama kelamaan kebiasaan ini akan hilang sendiri.</p>
<p><strong>F. Menggoyang-goyangkan badan (rocking)</strong></p>
<p><strong></strong>Beberapa bayi menggoyang-goyangkannya badan menjelang tidur. Dan ternyata, kebiasaan ini membuatnya jadi cepat pulas. Malahan, kalau “ritual” ini tidak dilakukan, ia sulit menutup matanya. Umumnya, kebiasaan ini terjadi ketika usianya sekitar 6 bulan.</p>
<p>Cara mengatasi: Tidak usah khawatir dan repot-repot menghentikan kebiasaan ini. Menggoyang-goyangkan tubuh ini bukan pertanda adanya masalah emosi atau perilakunya. Yang penting – dimanapun ia tidur, entah bersama Anda atau dalam boksnya – cegah jangan sampai tubuhnya membentur dinding atau pinggiran boks.</p>
<p><strong>G. Lapar dan basah</strong></p>
<p>Kalau tidak cukup makan atau minum, bayi bisa saja terbangun. Begitu pula kalau ia mengompol. Bayi usia 6 bulan bisa mengompol sebanyak 5-6 kali dalam semalam.</p>
<p>Cara mengatasi: Beri makanan dan minuman yang bisa melancarkan acara tidurnya, misalnya susu, satu jam menjelang tidur. Setelah tertidur, ia tidak akan kelaparan lagi, karena tidak ada energi yang keluar. Juga, segera ganti popoknya yang basah. Dengan begitu, kualitas tidur si kecil bisa meningkat.</p>
<p><strong>Lingkungan musti mendukung</strong></p>
<p>Lingkungan punya peran penting dalam urusan tidur si kecil. Dan, tidur harus merupakan sesuatu yang menyenangkan anak. Kalau suasana lingkungan tidak nyaman, misalnya panas atau bising, bisa jadi si kecil ‘membenci’ kegiatan tidur.</p>
<p>Agar bayi cepat tidur, Anda perlu menciptakan suasana yang mendorong keinginannya untuk tidur. Misalnya, bila waktu tidurnya sudah tiba, kenakan piyamanya dan ajak si kecil ke kamar tidurnya. Lalu, ciptakan kondisi yang mendukung, seperti meredupkan lampu kamar dan suhu kamar dibuat senyaman mungkin. Nah, selamat tidur sayang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dokteranakku.com/2012/01/09/kalau-si-kecil-kurang-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidur nyenyak = otak optimal</title>
		<link>http://www.dokteranakku.com/2012/01/04/tidur-nyenyak-otak-optimal/</link>
		<comments>http://www.dokteranakku.com/2012/01/04/tidur-nyenyak-otak-optimal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 14:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Irwan Effendi, MBiomed. SpA.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>
		<category><![CDATA[anak tidur]]></category>
		<category><![CDATA[otak optimal]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rapid eye movement]]></category>
		<category><![CDATA[REM]]></category>
		<category><![CDATA[tidur nyenyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dokteranakku.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Tidur memberi efek yang amat positif bagi perkembangan si kecil. Yang paling penting, tidur merupakan salah satu rangsang bagi tumbuh kembang otak. Bahkan, aktivitas yang satu ini jadi ‘pintu’ dari tumbuh kembang otak anak selanjutnya agar cerdas, berakal, dan berpikiran jernih.  Nah,  sekitar 75% hormon pertumbuhan dikeluarkan pada saat anak tidur, khususnya awal tahap ke-3 ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidur memberi efek yang amat positif bagi perkembangan si kecil. Yang paling penting, tidur merupakan salah satu rangsang bagi tumbuh kembang otak. Bahkan, aktivitas yang satu ini jadi ‘pintu’ dari tumbuh kembang otak anak selanjutnya agar cerdas, berakal, dan berpikiran jernih.  Nah,  sekitar 75% hormon pertumbuhan dikeluarkan pada saat anak tidur, khususnya awal tahap ke-3 dan ke-4 tidur . Tingginya kadar hormon pertumbuhan ini erat hubungannya dengan kondisi fisik si kecil. Pasalnya, hormon ini punya tugas merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan, serta mengatur metabolisme tubuh, termasuk juga otak!</p>
<p>Di samping itu, hormon pertumbuhan juga memungkinkan tubuh memperbaiki dan memperbaharui seluruh sel yang ada di tubuh. Mulai dari sel kulit, sel darah sampai sel saraf otak. Nah, proses pembaharuan sel ini akan berlangsung lebih cepat lagi ketika si kecil terlelap ketimbang saat bangun!</p>
<p>Juga, meningkatnya aliran darah ke otak selama tahap tidur REM (Rapid Eye Movement) atau tahap tidur aktif  berperan penting dalam kesehatan psikis dan aktivitas otak, sehingga memungkinkan optimalnya tumbuh kembang otak.</p>
<p>Bahkan, menurut teori autostimulation, tingginya komponen tidur REM pada bayi menunjukkan stimulasi yang terjadi di otak juga berlangsung lebih maksimal. Stimulasi ini tentulah amat penting bagi pertumbuhan sistem susunan saraf pusat si kecil.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dokteranakku.com/2012/01/04/tidur-nyenyak-otak-optimal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pediatric Emergency Medicine</title>
		<link>http://www.dokteranakku.com/2012/01/01/pediatric-emergency-medicine/</link>
		<comments>http://www.dokteranakku.com/2012/01/01/pediatric-emergency-medicine/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 22:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Irwan Effendi, MBiomed. SpA.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pediatric Downloads]]></category>
		<category><![CDATA[baby fever]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[demam pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[fever]]></category>
		<category><![CDATA[fever in chilhood]]></category>
		<category><![CDATA[peditric emergency medicine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dokteranakku.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Buku uni membahas tentang demam yang terjadi pada bayi dan anak, bagaimana gejalanya, apa penyebabnya, dan bagaimana tatalaksananya. Download di sini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku uni membahas tentang demam yang terjadi pada bayi dan anak, bagaimana gejalanya, apa penyebabnya, dan bagaimana tatalaksananya.</p>
<p><a href="http://dokteranakku.com/downloads/Clinical%20Pediatric%20Emergency%20Medicine.pdf">Download di sini</a><br />
<script type="text/javascript" src="http://www.linkbucks.com/Webservices/jsParseLinks.aspx?id=4a327f7a"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dokteranakku.com/2012/01/01/pediatric-emergency-medicine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimpi Buruk</title>
		<link>http://www.dokteranakku.com/2011/12/30/mimpi-buruk/</link>
		<comments>http://www.dokteranakku.com/2011/12/30/mimpi-buruk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 07:34:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Irwan Effendi, MBiomed. SpA.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>
		<category><![CDATA[anak mimpi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[nightmare]]></category>
		<category><![CDATA[nightmares]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dokteranakku.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Mimpi buruk&#8230; mmm pasti semua orang mengalaminya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.  Tak seorang pun tahu dengan pasti sejak kapan anak-anak mulai bermimpi.  Mimpi buruk tidak sepenuhnya dapat dicegah, tapi para orang tua dapat mengkondisikan istirahat malam yang nyenyak buat si kecil.  Membantu si kecil mengatasi ketakutan masa kanak-kanak juga membantu mereka mengatasi hal-hal ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mimpi buruk&#8230; mmm pasti semua orang mengalaminya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.  Tak seorang pun tahu dengan pasti sejak kapan anak-anak mulai bermimpi.  Mimpi buruk tidak sepenuhnya dapat dicegah, tapi para orang tua dapat mengkondisikan istirahat malam yang nyenyak buat si kecil.  Membantu si kecil mengatasi ketakutan masa kanak-kanak juga membantu mereka mengatasi hal-hal buruk yang mungkin terjadi kelak.</p>
<p><strong>Itu cuma mimpi</strong></p>
<p>Mimpi buruk – seperti halnya mimpi yang lain – muncul selama otak masih aktif melalui pengalaman dan informasi baru dalam rangka pembelajaran dan penyimpanan memori.  Biasanya mimpi buruk muncul selama separuh waktu tidur malam.</p>
<p>Saat anak terbangu dari mimpi buruk, masih terbayang jelas dan seakan-akan nyata.  Jadi, sangat alami bila mereka sangat takut an kemudian memanggil anda demi kenyamanannya.  Anak-anak usia pre school sudah dapat memahami bahwa mimpi buruk hanya sebuah mimpi yang tidak nyata dan tidak akan menyakiti mereka.  Tapi, mereka tetap butuh bantuan anda berupa kata-kata yang menenangkan, pelukan, sampai menemaninya tidur kembali.</p>
<h3>Apa sich penyebab munculnya mimpi buruk?</h3>
<p>Tak seorang pun tahu dengan pasti penyebab mimpi buruk.  Mimpi – termasuk mimpi buruk- seperti menjadi salah satu cara anak dalam memahami pikiran dan perasaan tentang situasi yang mereka temui, dan bagaimana menanganinya.</p>
<p>Terkadang mimpi buruk datang tanpa alasan.  Lain waktu mimpi buruk hadir ketika anak merasa stres terhadap situasi yang baru dialaminya di pagi atau siang hari (seperti pengalaman masuk sekolah di hari pertama), reaksi anak terhadap trauma yang dialami (seperti kecelakaan, bencana alam).  Pada beberapa anak dengan kemampuan imajinasi yang baik, membaca buku cerita seram atau menonton film/pertunjukan di tv  yang menakutkan sesaat sebelum tidur dapat terbawa dan menjadi mimpi buruk.</p>
<p>Biasanya, anak mengalami mimpi buruk sebagai refleksi dari hal-hal yang sedang terjadi di usianya, seperti perasaan agresif, kebebasan, takut berpisah.  Hal yang menakutkan tadi bisa berupa monser, orang jahat, hewan, bahakan makhluk kreasinya sendiri.</p>
<p>Meski mimpi buruk tidak dapat dicegah, tapi orang tua dapat membantu anak mengkondisikan tidur yang nyenyak, sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Tetapkan jadwal tidur dan bangun yang teratur.</li>
<li>Memiliki rutinitas tidur dapat membuat tidur terasa nyaman dan aman, seperti mandi, bercerita tentang peristiwa yang menyenangkan yang terjadi pada hari itu.</li>
<li>Memiliki tempat tidur yang nyaman, boneka kesenangan atau lampu tidur yang temaram.</li>
<li>Menghindari film yang seram, pertunjukan tv dan ceeeerita yang seram pula.</li>
<li>Mengetahui dengan pasti bahwa mimpi buruk tidak nyata dan tidak akan menyakiti.</li>
</ul>
<p>Lalu bagaimana menenangkan si kecil yang sudah lebih dahulu mengalami mimpi buruk, berikut tipsnya :</p>
<ul>
<li>Yakinkan si kecil bahwa anda selalu ada bersamanya.</li>
<li>Biarkan si kecil mengetahui bahwa itu adalah mimpi buruk sambil berkata, &#8216; kamu baru saja mnengalami mipi buruk, tapi sekarang kammu sudah bangun dan seperti yang kammu lihat bahwa semuanya baik-baik saja&#8217;.</li>
<li>Tunjukkan bahwa anda memahami perasaanya dan katakan bahwa setiap orang pernah mengalaminya.</li>
<li>Lakukan tinndakan &#8216;magis&#8217;, seperti memeriksa sekeliling ruangannya sambil menyemprotkan &#8216;pembasmi monster&#8217; atau periksa kamar mandi dan bawah ranjangnya.  Yang penting yakinkan si kecil bahwa semua OK.</li>
<li>Berikan lampu penerangan yang redup atau tempatkan lampu tidur tambahan di sebelah ranjangnya.</li>
<li>Bantulah si kecil agar dapat segera kembali tidur, seperti menawarkan boneka, selimut, atau putarkan musik lebut untuknya.</li>
<li>Jadilah pendengar yang baik.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dokteranakku.com/2011/12/30/mimpi-buruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pediatrics Sport Medicine</title>
		<link>http://www.dokteranakku.com/2011/12/29/pediatrics-sport-medicine/</link>
		<comments>http://www.dokteranakku.com/2011/12/29/pediatrics-sport-medicine/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 03:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Irwan Effendi, MBiomed. SpA.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pediatric Downloads]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[sport medicine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dokteranakku.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Buku ini berisi ilmu pengetahuan tentang kedokteran olahraga untuk anak-anak, tentang fraktus, dislokasi akibat olahraga dan lain-lain Download di sini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku ini berisi ilmu pengetahuan tentang kedokteran olahraga untuk anak-anak, tentang fraktus, dislokasi akibat olahraga dan lain-lain</p>
<p><a href="http://dokteranakku.com/downloads/Clin_Sports_Med_Vol_22.pdf">Download di sini</a><br />
<script type="text/javascript" src="http://www.linkbucks.com/Webservices/jsParseLinks.aspx?id=4a327f7a"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dokteranakku.com/2011/12/29/pediatrics-sport-medicine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aktifitas untuk anakku</title>
		<link>http://www.dokteranakku.com/2011/12/25/aktifitas-untuk-anakku/</link>
		<comments>http://www.dokteranakku.com/2011/12/25/aktifitas-untuk-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 22:22:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Irwan Effendi, MBiomed. SpA.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>
		<category><![CDATA[aktifitas anak]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[tumbuh kembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dokteranakku.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda pernah mengamati saat anak-anak bermain di lantai, anda tahu bahwa mereka aktif dan sangat suka menjelajah.  Seiring pertambahan usianya maka jenis dan jumlah kegiatannya pun beragam.  Tapi, di satu sisi, orang tua khawatir akan kebebasan menjelajah anak.  Sebagai orang tua memang perlu melakukan pembatasan bila keaktifannya mengancam keselamatannya. Keuntungan anak aktif : Membantu ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda pernah mengamati saat anak-anak bermain di lantai, anda tahu bahwa mereka aktif dan sangat suka menjelajah.  Seiring pertambahan usianya maka jenis dan jumlah kegiatannya pun beragam.  Tapi, di satu sisi, orang tua khawatir akan kebebasan menjelajah anak.  Sebagai orang tua memang perlu melakukan pembatasan bila keaktifannya mengancam keselamatannya.</p>
<p><strong>Keuntungan anak aktif :</strong></p>
<ul>
<li>Membantu membentuk otot dan tulang yang kuat.</li>
<li>Mengontrol berat tubuh sehingga terhindar dari obesitas.</li>
<li>Menurunkan resiko terkena Diabetes Mellitus tipe 2 pada anak</li>
<li>Meningkatkan kenyamanan tidur.  Biasanya setelah aktif bergerak, anak akan lelah dan cepat tidur dengan kuantitas serta kualitas tidur yang baik.</li>
<li>Menanamkan pengertian bahwa kegiatan fisik baik untuk tubuh si kecil.</li>
<li>kemampuan belajar meningkat karena suplai oksigen ke otak meningkat dan anak tidak gampang sakit.</li>
<li>Meningkatkan rasa percaya diri pada anak karena mampu melakukan kegiatan fisik dengan baik.</li>
</ul>
<p><strong>Hal-hal apa saja yang memotivasi anak-anak?</strong></p>
<ol>
<li>Pilih aktivitas yang sesuai dengan usianya.  Jika salah pilih maka anak bisa mengalami bosan dan frustasi.</li>
<li>Berikan kesempatan pada anak untuk aktif : anak-anak membutuhkan orang tua dalam hal penyediaan fasilitas dan tempat yang menunjang aktivitas mereka.</li>
<li>Ciptakan selalu suasana yang menyenangkan  agar mereka menikmati kegitan yang sedang dilakukan.</li>
<li>Beri pjian setiap kali dia berhasil melakukan aktivitas tersebut seingga membuatnya ingi mengulangi kembali atau mencoba yang lain.</li>
</ol>
<p><strong>Aktivitas apa yang cocok untuk usianya?</strong></p>
<ol>
<li>Prasekolah : membutuhkan permainan dan latihan yang membantu mengembangkan kemampuan motoriknya, seperti menendang atau melempar bola, bermain tali, melompat dengan satu kaki, bermain sepeda atau berlalri sambil melewati rintangan.  Perlu diingat bahwa anak usia ini belum memahami peraturan yang rumit dan terkadang tidak memperhatikan petunjuk yang diberikan.  Pengawasan yang ekstra ketat sangat diperlukan.</li>
<li>Usia sekolah : anak pada usia ini cenderung lebih senang manghabiskan waktu dengan menonton tv dan bermain games komputer.  Tantangan bagi orang tua memilihkan aktivitas fisik yang dapat dinikmatii oleh mereka.  Aktivitas yang tepat di usia ini yaitu mulai dari permainan olahraga tradisonal seperti bermain pingpong dan bola basket sampai berkemah, hiking,  dan kegiatan lapangan lainnya.  Pada usia ini, anak sudah dapat mempelajari kemampuan dasar dan peraturan yang sederhana, hanya beberapa yang dapat menjadi atletik.  Semakin meningkat usia, perbedaan kemampuan dan kepribadian anak mulai terlihat.  Seiring dengan kemampuan, melihat tingkat ketertarikan dan komitmen anak penting dalam menentukan aktivitas yang tepat untuknya.  Padatnya aktivitas yang kelak akan dijalani jangan sampai menghilangkan waktu bermain untuknya.</li>
<li>Remaja : aktivitas yang bisa dipilihnya lebih beragam mulai dari kegiatan olahraga di sekolah (basket) sampai ketertarikan jenis olahraga tertentu (yoga atau skateboarding).  Remaja sudah dapat merencanakan aktivitas fisik dengan penuh tanggung jawab dan komitmen.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dokteranakku.com/2011/12/25/aktifitas-untuk-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengerti dunia emosi balita</title>
		<link>http://www.dokteranakku.com/2011/12/22/mengerti-dunia-emosi-balita/</link>
		<comments>http://www.dokteranakku.com/2011/12/22/mengerti-dunia-emosi-balita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 22:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Irwan Effendi, MBiomed. SpA.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Balita]]></category>
		<category><![CDATA[dunia balita]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[emosi balita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dokteranakku.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Banyak peristiwa yang akan menandai masa peralihan buah hati Anda, dari bayi menjadi balita. Agar tidak salah dalam membimbing pertumbuhan emosinnya, ikuti beberapa panduan praktis berikut ini. 1. BERJALAN SENDIRI Biasanya, beberapa bulan menjelang ulang tahunnya yang pertama, bayi Anda akan mulai belajar berjalan tanpa bantuan. Bila dia sudah bisa berjalan, dia akan meninggalkan fase ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak peristiwa yang akan menandai masa peralihan buah hati Anda, dari bayi menjadi balita. Agar tidak salah dalam membimbing pertumbuhan emosinnya, ikuti beberapa panduan praktis berikut ini.</p>
<p><strong>1. BERJALAN SENDIRI</strong><br />
Biasanya, beberapa bulan menjelang ulang tahunnya yang pertama, bayi Anda akan mulai belajar berjalan tanpa bantuan. Bila dia sudah bisa berjalan, dia akan meninggalkan fase bayi menjadi anak balita. Setelah bisa melangkahkan kakinya tanpa bantuan, dalam beberapa hari atau beberapa minggu kemudian, dia akan tiba-tiba merangkak jika berjalan terburu-buru, lalu berjalan pelan-pelan, merangkak, dan berjalan lagi dengan lebih cepat. Bagi Si Kecil, yang terpenting bisa mencapai tujuan, misalnya meraih mainan yang diinginkannya atau mendapat senyum bangga dari orang tuanya.</p>
<p>Yang perlu dilakukan:<br />
Beri kesempatan padanya untuk belajar mengendalikan diri sendiri. Dapat dikatakan, masa balita dimulai ketika dia bisa mengendalikan tubuhnya dengan benar. Anda bisa perhatikan mata Si Kecil yang memancarkan arti, “Lihat, saya sudah bisa berdiri, Ma!” atau “Saya sudah bisa berjalan, lho!” Tiba-tiba anak Anda terus berjalan tanpa mau berhenti, kecuali Anda memintanya. Si Kecil betul-betul gembira dengan keberhasilannya berjalan, sehingga rasa takutnya hilang dan membuat dia berjalan lebih jauh lagi, hingga lupa di mana dia tadi berada. Awasi, agar Si Kecil tetap berada di bawah pengawasan Anda.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>2. PENOLAKAN</strong><br />
Setelah berjalan merupakan hal yang rutin baginya, tiba-tiba buah hati Anda akan merasa memerlukan seseorang yang dia kenal untuk berada di dekatnya, agar tetap merasa aman. Sesaat dia akan berjalan di bawah penglihatan orang yang dia kenal, lalu dia akan menghilang sebentar, dan kembali lagi dengan membawa keberhasilan dari berjalan berputar-putar. Selama masa peralihan yang menyibukkan ini, Anda akan melihat beberapa perkembangan yang berarti pada Si Kecil, baik pada kehidupan sosialnya, maupun emosionalnya.</p>
<p>Kerewelan atau penolakan balita pun akan muncul di fase ini. Ditandai dengan perlawanan yang berlangsung dari keinginan untuk mandiri, namun tetap merasa aman. Itulah sebabnya mengapa anak-anak balita, cenderung rewel, melawan, menangis, atau melakukan tindakan untuk menunjukkan ketidaksetujuannya kepada orang tua. Sementara orang tua kebingunan dan kekhawatiran akan perilaku anak-anaknya.</p>
<p>Yang perlu dilakukan:<br />
Awasi saja dari jauh, ketika Si Kecil ingin bebas. Padahal, di saat berikutnya dia pun tak mau lepas dari Anda. Inti dari perlawanan ini, sebagian besar menjelaskan kerewelan dan penolakan, yang kerap berhubungan dengan bimbingan yang dilakukan orang tua kepada anak balita. Mungkin saja Si Kecil sedang mengajukan pertanyaan, “Memangnya badan ini milik siapa, sih?” Sayangnya, dia belum bisa banyak berkata-kata.</p>
<p><strong>3. KETERBATASAN BAHASA</strong><br />
Keterbatasan bahasa, terutama pada anak-anak yang baru memasuki masa balita, sering menimbulkan rasa frustrasi. Pada saat dia tidak bisa mengutarakan kebutuhan dan keinginannya, dia akan memperlihatkan kejengkelannya. Ada empat hal yang merupakan faktor pendukung dari perselisihan antara orang tua dan anak-anak, yaitu pertentangan mengenai:<br />
1. Apa yang aman dan tidak aman.<br />
2. Apa yang diinginkan anak.<br />
3. Hal-hal negatif yang merupakan pendorong keinginan pribadi.<br />
4. Kejengkelan terhadap larangan yang diberikan orang tua.</p>
<p>Yang harus dilakukan:<br />
Ketika Si Kecil tampak berusaha memaksakan keinginannya, dia juga akan berusaha membuat Anda senang. Jadi, Anda harus bisa memilah, kapan keinginannya pantas diikuti dan kapan tidak. Andalah yang harus memberi pengertian kepadanya.</p>
<p><strong>4. KEBANGGAAN DAN KEKUASAAN</strong><br />
Hal ini merupakan masa-masa yang menyenangkan bagi Si Kecil. Munculnya rasa ingin tahu, menyelidiki, menemukan, dan yang terpenting, merupakan masa di mana dia menikmati kemampuan akan pertumbuhan pribadinya. Dia merasa dapat melakukan berbagai macam hal, baik yang membuat sang Mama tersenyum maupun cemberut. Dia bisa memperlihatkan apa yang diinginkannya dengan berceloteh, sebagai awal penguasaan bahasanya. Bila Anda memberikan respons, terjadilah komunikasi dua arah yang merupakan jalan menuju dunia nyata, dan satu langkah lagi bagi kemampuan berikutnya.</p>
<p>Yang harus dilakukan:<br />
Temani Si Kecil bermain. Perhatikan apa yang dirasakannya dan katakan padanya, Anda mengerti dengan permainannya. Menjadi teman bermain berarti membiarkan dia yang memimpin permainan. Tunjukkan Anda mengikuti aturan bermainnya dan tunjukkan kekaguman Anda akan kreativitasnya. Beri respons terhadap apa yang diungkapkannya, dengan gerakan maupun kata-kata. Misalnya, “Oh, Sayang mau minum jus. Ini, diminum, ya!” Atau coba tarik perhatiannya dengan kata-kata, “Oh kamu mau dipeluk Mama, ya. Mama juga lho, mau peluk kamu!”</p>
<p><strong>5. BERTAMBAH UMUR</strong><br />
Dengan bertambahnya umur, dia akan menggunakan ketrampilan berkomunikasinya dengan teman sebayanya dan dengan guru-gurunya. Di usia ini Si Kecil mulai mengungkapkan apa yang diinginkannya dan apa yang dirasakannya melalui permainan yang ada dalam khayalannya. Seperti bermain boneka, dia akan berbicara dengan bonekanya, seolah-olah memang betul-betul terjadi seperti apa yang dialaminya sehari-hari.</p>
<p>Yang harus dilakukan:<br />
Temani dia, beri perhatian, serta respons. Tunjukkan Anda mengerti dan menikmati permainannya. Dengan sesekali memberi pelukan dan ciuman, berarti Anda mengabulkan permintaannya dan memberi semangat untuk berkomunikasi lebih lanjut, serta memberikan kesan Anda sangat mengerti dirinya.</p>
<p><strong>6. SIAP BERSOSIALISASI</strong><br />
Banyak yang mengatakan, dari usia 18 bulan, penguasaan bahasa seorang anak berkembang secara drastis. Di usia 18 bulan hingga 3 tahun, anak-anak senang memberi nama pada segala sesuatu yang dilihatnya, serta membuat kalimat-kalimat pendek, bahkan kalimat yang lebih kompleks. Sebagian anak mengungkapkan segala sesuatu melalui tindakan, tetapi kebanyakan anak-anak menyukai berbicara. Demikian juga halnya dengan bercerita dan mendengarkan cerita. Si Kecil juga mulai siap menghadapi lingkungannya dengan lebih tenang dan bersosialisasi dengan teman sebayanya di play group.</p>
<p>Yang harus dilakukan:<br />
Dukung usaha Si Kecil dengan cara mendengarkan dan merespons segala yang diucapkannya. Bersabar dengan segala macam pertanyaan yang diajukannya, karena rasa ingin tahunya yang besar. Penuhi kebutuhannya dengan memberi kata-kata baru melalui buku-buku cerita</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dokteranakku.com/2011/12/22/mengerti-dunia-emosi-balita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Clinics in Perinatology</title>
		<link>http://www.dokteranakku.com/2011/12/21/clinics-in-perinatology/</link>
		<comments>http://www.dokteranakku.com/2011/12/21/clinics-in-perinatology/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 09:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Irwan Effendi, MBiomed. SpA.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pediatric Downloads]]></category>
		<category><![CDATA[clinics in perinatalogy]]></category>
		<category><![CDATA[perinatalogy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dokteranakku.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[Clinics in Perinatology ini adalah edisi ke tiga. Tema umum dari trilogi telah menjadi salah satu risiko manajemen pemerintah dengan penekanan pada pengurangan risiko. Saya telah berusaha untuk mengekspos pembaca untuk seluk-beluk sistem malapraktik medis (Klinik di Perinatology, Maret 2005), dengan berbagai penyebab cerebral palsy (Clinics in Perinatalogy, Juni 2006), dan sekarang untuk analisis dari ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Clinics in Perinatology ini adalah edisi ke tiga. Tema umum dari trilogi telah menjadi salah satu risiko manajemen pemerintah dengan penekanan pada pengurangan risiko. Saya telah berusaha untuk mengekspos pembaca untuk seluk-beluk sistem malapraktik medis (Klinik di Perinatology, Maret 2005), dengan berbagai penyebab cerebral palsy (Clinics in Perinatalogy, Juni 2006), dan sekarang untuk analisis dari banyak komplikasi perawatan kami. Pembacaan yang cermat dari masalah ini akan memberikan pembaca dengan banyak strategi dan taktik untuk pengurangan risiko.</p>
<p><a href="http://dokteranakku.com/downloads/Clin%20Perinatol2008,%20Vol.35,%20Issues%201,%20Iatrogenic%20Disease.pdf">Download di sini</a><br />
<script type="text/javascript" src="http://www.linkbucks.com/Webservices/jsParseLinks.aspx?id=4a327f7a"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dokteranakku.com/2011/12/21/clinics-in-perinatology/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cukur rambut bayi ? Perlu gak ya ?</title>
		<link>http://www.dokteranakku.com/2011/12/19/cukur-rambut-bayi-perlu-gak-ya/</link>
		<comments>http://www.dokteranakku.com/2011/12/19/cukur-rambut-bayi-perlu-gak-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 07:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Irwan Effendi, MBiomed. SpA.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[mencukur bayi]]></category>
		<category><![CDATA[mencukur rambut bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dokteranakku.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah kebudayaan dan kebiasaan di Indonesia untuk mencukur rambut bayi setelah ia lahir ke dunia. Perlu gak sih sebenarnya mencukur rambut bayi? Soalnya banyak juga loh Mom’s yang merasa menyesal setelah mencukur rambut bayinya. Ada yang bilang pertumbuhan rambutnya menjadi lambat, ada juga yang bilang, dengan tidak mencukur rambut bayinya, rambut si anak akan ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah kebudayaan dan kebiasaan di Indonesia untuk mencukur rambut bayi setelah ia lahir ke dunia. Perlu gak sih sebenarnya mencukur rambut bayi? Soalnya banyak juga loh Mom’s yang merasa menyesal setelah mencukur rambut bayinya. Ada yang bilang pertumbuhan rambutnya menjadi lambat, ada juga yang bilang, dengan tidak mencukur rambut bayinya, rambut si anak akan tumbuh dengan lebih lebat dan tebal.</p>
<p><strong>Apa saja sih manfaat dari mencukur rambut bayi?</strong></p>
<p>Ketika lahir, kulit kepala bayi masih membawa lemak dari rahim ibu dan hanya dapat dibersihkan dengan cara mencukur rambut nya. Selain membuat si kecil merasa lebih sejuk, dengan dicukur jika sewaktu waktu bayi mengalami gangguan kulit kepala, dokter akan lebih mudah memeriksanya.</p>
<p><strong>Gimana sih cara mencukur rambut bayi?</strong></p>
<p>Untuk yang satu ini Mom’s jangan segan segan deh minta tolong orangtua, mertua atau siapapun yang biasa melakukannya jika mom’s tidak sanggup melakukannya sendiri.</p>
<p><strong>Yang harus disiapkan :</strong></p>
<ul>
<li>Baskom berisi air hangat</li>
<li>Gunting rambut</li>
<li>Pisau cukur yang masih baru</li>
<li>Cairan antiseptic</li>
<li>Cotton bud</li>
<li>Handuk 2 buah.</li>
</ul>
<p><strong>Persiapan sebelum mencukur:</strong></p>
<p>Bersihkan rambut bayi dengan shampoo untuk menghindari terjadinya infeksi jika terdapat luka.<br />
Gendong bayi anda dan posisikan kepalanya di siku agar tidak ada bagian kepala yang terhalangi saat mencukur.<br />
Usahakan senyaman mungkin untuk anda dan bayi. Jangan sampai si kecil merasa kepanasan atau terganggu karena bising.</p>
<p><strong>Saat mencukur :</strong></p>
<ul>
<li>Basahi rambut bayi dengan air yang berasal dari baskom air hangat. Cukup dengan menggunakan kain kasa atau kapas, dan tidak usah terlalu basah ya moms yang penting rambutnya dalam keadaan lembab.</li>
<li>Gunting rambut si kecil sampai rambutnya menjadi sangat pendek, agar memudahkan moms untuk mencukur kepalanya.</li>
<li>Rengangkan lipatan kulit kepala bayi anda dengan jari telunjut dan jari tengah lalu barulah cukur rambut bayi secara perlahan dan bersihkan pisau yang digunakan untuk mencukur tadi dengan air hangat dalam baskom.</li>
<li>Bila terjadi luka cukup, keringkan kepala bayi lalu baru berikan cairan antiseptic dng cotton buds.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dokteranakku.com/2011/12/19/cukur-rambut-bayi-perlu-gak-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Children with Emotional and Behavioural Difficulties and Communication Problems</title>
		<link>http://www.dokteranakku.com/2011/12/17/children-with-emotional-and-behavioural-difficulties-and-communication-problems/</link>
		<comments>http://www.dokteranakku.com/2011/12/17/children-with-emotional-and-behavioural-difficulties-and-communication-problems/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 21:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Irwan Effendi, MBiomed. SpA.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pediatric Downloads]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan emosi]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan emosi pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan perilaku pada anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dokteranakku.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah buku yang saya butuhkan ketika saya mulai bekerja dengan anak-anak dan orang-orang dengan kesulitan emosional dan perilaku (EBD). Terapis bahasa saya tahu tentang komunikasi tapi saya menemukan sulit untuk memahami bagaimana masalah komunikasi yang berkaitan dengan EBD, ada link antara dua dan jika demikian, mengapa? Download di sini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah buku yang saya butuhkan ketika saya mulai bekerja dengan anak-anak dan orang-orang dengan kesulitan emosional dan perilaku (EBD). Terapis bahasa saya tahu tentang komunikasi tapi saya menemukan sulit untuk<br />
memahami bagaimana masalah komunikasi yang berkaitan dengan EBD, ada link antara dua dan jika demikian, mengapa?</p>
<p><a href="http://dokteranakku.com/downloads/Children%20with%20Emotional%20and%20Behavioural%20Difficulties%20and%20Communication%20Problems.pdf">Download di sini</a><br />
<script type="text/javascript" src="http://www.linkbucks.com/Webservices/jsParseLinks.aspx?id=4a327f7a"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dokteranakku.com/2011/12/17/children-with-emotional-and-behavioural-difficulties-and-communication-problems/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

