Toilet Learning

November 18, 2011 No Comments »
Toilet Learning

Istilah ‘toilet training‘ sekarang kurang disukai, karena konotasinya adalah orangtua sebagai pelatih dan anak sebagai yang dilatih. Yang lebih tepat dalah ‘toilet learning‘, dalam hal ini anak dibiarkan belajar kencing atau buang air besar di toilet dan orang tua hanya sebagai fasilitator.

Kapan sebaiknya toilet learning ini dimulai tergantung pada kesiapan anak. Biasanya setelah usia 1 tahun bayi telah sadar akan tubuhnya dan hal-hal yang dilakukannya. Tidak jarang kita lihat bayi 18 bulan yang sebenarnya sudah tahu bahwa kencing dan buang air besar adalah hal yang alamiah, namun ia baru mengatakan ‘pipis’ atau ‘e’e’ setelah ia melakukannya. Dengan sadar ia jongkok disudut ruangan, bersembunyi di kolong meja, atau sekedar membelakangi ibu atau pengasuhnya.

Tampaknya dalam masyarakat kita toilet learning ini tidak menjadi hal yang dianggap masalah. Hal ini berbeda dengan keadaan di negara Barat, disana bahkan para ahli psikologi menghubungkan toilet learning dengan perkembangan kepribadian anak selanjutnya.

Secara praktis, anak kecil melakukan toilet learning dengan cara meniru, atau mencoba-coba. Hasilnya bisa berhasil, gagal, bahkan kecelakaan kecil. Peran orangtua dalam hal ini harus mengutamakan partisipasi anak, sambil menjelaskan perlunya kencing dan buang air besar di toilet. Penjelasan harus logis tentu dalam bahasa yang dimengerti oleh anak. Akhirnya perlu ditekankan bahwa orangtua harus selalu memberi kesempatan pada anak untuk mencoba toilet learning, dan melihat kesiapan anak untuk melakukannya.

Leave A Response

 

Predefined Skins

BG Color

Nav Menu Font

Titles font

Content font