Bodong adalah bahasa daerah (Jawa dan Jakarta) yang menunjukkan terdapatnya penonjolan di perut sekitar pusat. Kelainan ini terjadi akibat lemahnya otot dinding perut di sekitar pusat, sehingga isi perut sebagian akan keluar melalui celah yang lemah tersebut. Dalam bahasa medis kelainan ini disebut sebagai hernia umbilikalis (hernia pusar). Kelainan ini cukup sering ditemukan, anak lelaki lebih sering menderita kelainan ini dibanding dengan anak perempuan. Umumnya orang-orang tua di kampung tidak pernah menganggap hal ini sebagai masalah. Mereka akan membiarkan hal tersebut dan percaya bahwa pada waktunya nanti bodong itu akan ‘masuk’ dengan sendirinya.
Bodong juga mempunyai derajat. Ada yang derajatnya hanya ringan, berupa tonjolan kecil disekitar pusat, yang apa bila ditekan akan terasa seperti sesuatu yang lunak. Bodong yang lebih berat akan tampak sebagai tonjolan yang nyata di sekitar pusat. Ia agak masuk bila bayi tidur terlentang, namun akan membesar bila bayi duduk, berdiri, atau mengejan misalnya waktu menangis.
Sebagian besar bodong akan hilang dengan sendirinya dengan bertambahnya usia bayi. Pada usia 5 tahun hampir semua bodong telah sembuh. Namun sebagian bodong dapat sangat besar, hingga dikhawatirkan isi usus akan keluar dan terputar sehingga tidak dapat masuk lagi. Jenis yang jarang ini memerlukan operasi. Pemilihan saat operasi sangat bergantung pada selera dan pengalaman dokter bedah. Secara umum dapat dikatakan bahwa operasi ini merupakan suatu operasi ringan yang tidak berbahaya, dan dapat dilakukan sewaktu-waktu.







